Senin, 03 Juli 2023

Pertemuan Pertama KBMN 2 di Yogyakarta "Bagaimana Menulis Itu Mudah"




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sehat selalu para penulis pegiat literasi hebat yang hadir secara langsung di kopdar atau temu penulis KBMN 2 di Jogya maupun yang virtual melalui zoom meeting. Alhamdulillah malam hari ini Senin, 3 Juli 2023 saya dapat mengikuti melalui zoom meeting untuk mendengarkan paparan materi yang disampaikan oleh narasumber Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Pd. Beliau seorang dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. 

Materi hari pertama yang berjudul Bagaimana menulis itu mudah. Menurut Prof Ngainun Naim agar kita dapat menulis dengan mudah sebenarnya kita harus niatkan dalam hati dan komitmen untuk menulis setiap hari seperti mantra ajib OmJay “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi” disini jelas kalau kita memiliki niat yang sungguh-sungguh maka kita akan dapat mencapai apa yang kita inginkan. Dalam menulis kita harus luangkan waktu bukan menunggu waktu luang.

Menulis merupakan sebuah keterampilan yang bisa dipelajari dan dikuasai dengan latihan dan ketekunan yang sungguh-sungguh. Meskipun terkadang menulis terlihat sulit, membingungkan dan membuat tidak nyaman, sebenarnya ada beberapa alasan mengapa menulis itu mudah.

Pertama, menulis memberikan kebebasan berekspresi. Ketika menulis, kita harus memiliki kendali penuh atas kata-kata yang digunakan dan ide yang disampaikan. Kita juga dapat mengekspresikan dengan pikiran, perasaan, dan gagasan dengan cara yang paling tepat dan autentik untuk diri kita sendiri. Selain itu, menulis adalah proses yang dapat dipecah menjadi langkah-langkah yang teratur. 

Dengan memiliki kerangka kerja yang jelas, mulai dari perencanaan, penulisan, hingga penyuntingan, menulis dapat menjadi lebih mudah. Dengan cara ini, kita dapat menghindari perasaan kebingungan dan melihat kemajuan yang nyata saat kita melangkah maju dalam menulis.

Selanjutnya kedua, menulis juga merupakan cara yang efektif untuk mengorganisir dan mengklarifikasi pemikiran. Ketika kita menulis, kita dihadapkan pada kesempatan untuk merumuskan dan merangkai ide secara sistematis. Proses ini membantu kita memperjelas gagasan dan memahami topik dengan lebih baik. Dengan menulis, kita juga dapat mengidentifikasi kelemahan dalam pemikiran kita sendiri dan meningkatkan pemahaman kita tentang suatu subjek.

Ketiga menulis adalah proses yang harus terus berkembang. Semakin sering kita berlatih menulis, semakin baik kita akan menjadi penulis. Setiap kali kita menulis, kita belajar sesuatu yang baru, baik itu tentang bahasa, penulisan yang lebih efektif atau tentang diri kita sendiri sebagai penulis. Melalui latihan yang konsisten, menulis akan menjadi lebih mudah seiring waktu.

Dalam kesimpulannya, meskipun menulis mungkin tampak menantang pada awalnya dengan latihan dan pendekatan yang tepat, menulis dapat menjadi lebih mudah. Kebebasan untuk berekspresi, pemikiran yang lebih jelas dan pertumbuhan yang berkelanjutan adalah faktor yang membuat menulis menjadi keterampilan yang bisa dimiliki dan dikuasai siapa saja yang memiliki niat yang kuat dalam menulis.

Terimakasih Prof Ngainun atas paparannya, semoga Prof selalu diberikan kesehatan dan ilmu yang Prof berikan bermanfaat.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Bekasi, 3 Juli 2023

Jumat, 21 April 2023

Mengenang Makna Berpuasa dan Menyambut Idul Fitri dengan Bahagia

Assaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT dalam hidup dan dapat bertemu lagi di Bulan Ramadan tahun depan. 

Bulan Ramadan adalah bulan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sehari penuh mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain itu, bulan Ramadan juga dianggap sebagai bulan yang penuh berkah, di mana umat Muslim dianjurkan untuk melakukan kebaikan dan beribadah lebih intensif.

Berpuasa memiliki makna yang sangat penting bagi umat Muslim. Selain sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan kepada Allah SWT, berpuasa juga dapat membantu seseorang untuk mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kesadaran diri. Dengan berpuasa, seseorang juga dapat merasakan bagaimana rasanya tidak makan dan minum selama seharian, sehingga dapat memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap orang yang membutuhkan.

Setelah satu bulan berpuasa, tibalah saatnya untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Hari raya ini biasanya dirayakan dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan bersama keluarga, kerabat, dan teman-teman. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga menjadi momentum bagi umat Muslim untuk saling memaafkan dan memperkuat silaturahmi.

Namun, dalam merayakan Idul Fitri, umat Muslim juga harus tetap mengingat makna dari bulan Ramadan dan berpuasa. Kita harus tetap menjaga ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah serta memperkuat nilai kebaikan dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, kita juga harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri kita agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Dalam menyambut Idul Fitri dengan bahagia, mari kita juga ingat untuk tidak berlebihan dalam menghabiskan makanan dan minuman. Kita harus tetap menjaga kesehatan dan tidak lupa untuk membagikan kebahagiaan kepada orang yang membutuhkan. Dengan begitu, kita dapat merayakan hari kemenangan ini dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan yang tulus dan berkesan bagi semua orang.

Selain itu, dalam menyambut Idul Fitri dengan bahagia, kita juga harus tetap memperhatikan aspek kesehatan. Setelah satu bulan berpuasa, tubuh kita mungkin merasa lelah dan kurang bertenaga. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan pola makan dan menghindari makanan yang berlemak dan berkalori tinggi. Sebaiknya, kita mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi untuk menjaga kesehatan tubuh.

Kita juga dapat memanfaatkan momen Idul Fitri untuk membagikan kebahagiaan kepada orang yang membutuhkan. Kita dapat memberikan bantuan kepada yatim piatu, orang yang kurang mampu, atau mereka yang sedang terkena musibah. Dengan berbagi kebahagiaan, kita dapat membantu meringankan beban mereka dan memberikan inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Dalam merayakan hari kemenangan ini, mari kita berusaha untuk menjaga kesehatan dan membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Dengan begitu, kita dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan yang tulus dan berkesan bagi semua orang. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan kita.

Eid Mubarak…..

Taqoballahu Mina waminkum, shiyaamanaa  washiyaamakum taqabbal yaa karim

Minal aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin

Mohon maaf bila ada kata-kata atau perbuatan baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Astri DS

Bekasi, 22 April 2023

Pertemuan Pertama KBMN 2 di Yogyakarta "Bagaimana Menulis Itu Mudah"

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sehat selalu para penulis pegiat literasi hebat yang hadir secara langsung di kopdar atau ...