Senin, 30 Januari 2023

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke 10 “Kiat Menulis Cerita Fiksi”

 

Resume ke      : 10

Gelombang     : 28 

Tanggal           : 30 Januari 2023 

Tema               : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Narasumber    : Bapak Sudomo,S.Pt

Moderator       : Bapak Bambang Purwanto, S.Kom, Gr (Mr.Bams)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.


Dengan mengucapkan Alhamdulillah hirobbil alamiin saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat sehingga saya dapat mengikuti kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 bersama penulis-penulis hebat dan tim solid Omjay. Tidak terasa dengan berjalannya waktu belajar menulis kita sudah memasuki pertemuan ke 10. Tepat pukul 19.05 WIB acara di mulai. Moderator memulai acara dengan menyapa para peserta KBMN gelombang 28 dan memperkenalkan diri Bapak Bambang Purwanto, S.Pd, Gr yang biasa di sapa dengan Mr.Bams. Dan narasumber kita pada malam hari ini Bapak Sudomo, S.Pt yang biasa di sapa Bapak Mazmo. Beliau adalah Guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar. Ketua Komunitas Guru Penggerak Lombok Barat. Penulis Buku 'Di Penghujung Pelukan (Mediakita), 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok!' (Funtastic MnC Gramedia), 'Tim Pencari Pesawat Sederhana' (Penerbit ANDI). Silahkan buka link ini untuk mengenal lebih dekat lagi narasumber ini https://s.id/ProfilSudomoSPt. Mari kita simak materi malam ini ; KIAT MENULIS CERITA FIKSI bersama Mazmo. Malam ini saya akan berbagi dengan menggunakan alur MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, dan Aksi Nyata.

1. Mulai dari Diri. Pada alur ini, saya ingin kita bisa berbagi tentang pengalaman Bapak/Ibu dalam menulis cerita fiksi. Bapak/Ibu bisa mengirimkan cerita singkat terkait pengalaman. Bisa pengalaman mengalami kendala memulai menulis cerita fiksi. Bisa juga tantangan yang dihadapi saat menulis cerita fiksi. Bisa juga mungkin pengalaman telah menerbitkan buku fiksi. Tuliskan saja pengalaman terkait menulis fiksi. Jika memang belum pernah menulis fiksi, tidak apa-apa juga dituliskan belum pernah.

2. Eksplorasi Konsep. Pada alur ini, Bapak/Ibu saya persilakan mempelajari secara mandiri materi yang telah saya siapkan dalam bentuk cerita pendek. Bapak/Ibu bisa membaca dan membuat catatan/pertanyaan terkait materi yang ingin digali lebih dalam lagi. Silakan membaca di tautan ini https://s.id/MateriSudomo. Dari kisah Ibu Ayu secara garis besar kita harus mulai dari niat untuk menulis, yaitu motivasi diri untuk memulai dan menyelesaikan tulisan. Tips berikutnya yang aku sampaikan ke Bu Ayu adalah membaca karya fiksi orang lain sebagai referensi. Tidak lupa aku menjelaskan tentang ide dan genre cerita. Terkait dengan ide yang bisa ditemukan melalui imajinasi dan mengasah kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan terkait genre cerita, aku menyarankan kepadanya untuk memilih yang disukai dan dikuasai.

Hal yang penting dalam materi malam hari ini, fiksimini, yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata saja. Berikut adalah contoh fiksi mini yang terkenal For sale: baby shoes, never worn. Ernest Hemingway. Jika diperhatikan, secuil kalimat itu memiliki maknanya luas dan dalam. flash fiction, yaitu cerita kilat dengan kekhususan jumlah kata. Biasanya mengandung plot twist. Selanjutnya adalah terkait unsur pembangun cerita fiksi yang perlu ditambahkan adalah premis. Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Contoh premis: Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia. Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi.

3. Ruang Kolaborasi. Pada alur ini saya berikan beberapa kalimat, silakan Bapak/Ibu lanjutkan sendiri menjadi satu paragraf nanti di dalam resume, ya. Berikut ini adalah kalimat yang bisa Bapak/Ibu lanjutkan: Perlahan suara-suara itu menghilang. Dalam gulita aku menggigil sendirian. Mendadak bulu kudukku meremang. Terdengar suara di kejauhan. Semakin lama kian mendekat. Suara yang tiba-tiba menghilang membuat aku merasa ketakutan dalam kesendirian. Tanpa ada siapapun yang berada didekat ku. Aku sangat ketakutan sekali samapi akhirnya terdengar lagi suara dari kejauhan dan lama-lama suara tersebut terdengar lebih dekat lagi dengan diriku. Aku semakin takut, hanya berdoa kepada Tuhan agar selalu diberikan perlindungan untuk menghilangkan rasa ketakutan ku.  

4. Demonstrasi Kontekstual. Pada alur ini, saya akan mencoba membuat premis . seperti contoh sebelumnya, Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia. Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Dari contoh tersebut kita bisa langsung membayangkan apa yang akan ditulis untuk dijadikan sebuah novel.

5. Elaborasi Pemahaman. Pada alur ini dipersilahkan untuk bertanya lebih lanjut tentang materi menulis cerita fiksi yang lebih kita dlami lagi pada narasumber yang dipandu oleh moderator. Dari para peserta ada sebanyak 10 orang yang mengajukan pendalaman pada materi ini, salah satunya saya yang mengenai Apakah kejadian fakta bisa dijadikan fiksi? Ketika kita melakukan kritik sosial menggunakan cerita fiksi apakah di perbolehkan? ini salah satu pertanyaan pendalaman yang saya tanyakan.

6. Koneksi Antarmateri. Pada alur belajar inikita sebagai penulis serita fiksi harus bisa menyambungkan alur cerita yang akan kita tulis. Dalam hal ini menyambungkan materi awal sampai materi akhir.

7. Aksi Nyata. Mari kita belajar membuat cerita fiksi dengan tema yang kita tulis karena semakin banyak kita melatih memnuat cerita fiksi maka kita akan semakin terbiasa dalam membuat cerita fiksi tersebut. Salah satunya adalah seperti resume yang kita buat pada malam ini. 

Materi lebih lengkap bisa Bapak/Ibu tonton di channel Youtube saya di https://youtu.be/dXX9RWxT_u8

Demikian resume yang saya buat, kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih atas paparan yang Bapak Sudomo berikan semoga bapak selalu diberikan kesehatan agar dapat membagikan ilmunya kepada kita semua.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.


Jumat, 27 Januari 2023

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke 9“Menulis Itu Mudah”

 

Resume ke      : 9

Gelombang     : 28 

Tanggal           : 27 Januari 2023 

Tema               : Menulis Itu Mudah

Narasumber    : Bapak Prof. Ngainun Naim

Moderator       : Ibu Lely Suryani, S.Pd, SD


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Dengan mengucapkan Alhamdulillah hirobbil alamiin saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat sehingga saya dapat mengikuti kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 bersama penulis-penulis hebat dan tim solid Omjay. Tidak terasa dengan berjalannya waktu belajar menulis kita sudah memasuki pertemuan ke 9. Ibu Lely memberikan flyer dan mengatakan sedikit sepatah dua patah .Writing is Easy??? Hemmm siapa bilang. Menulis itu semudah berkata, semudah bernafas, semudah kita menggerakkan kaki mengikuti irama. Masih kesulitan menulis. Ikuti kelas malam ini, dan hempaskan segala kegundahan. So katakan Menulis itu mudah bukan??? Anda butuh bukti, jangan lupa masuk kelas malam ini. Ayo semangat teman-teman. Tepat pukul 19.09 WIB acara di mulai. Moderator memulai acara dengan menyapa para peserta KBMN gelombang 28 dan memperkenalkan diri Ibu Ibu Lely Suryani, S.Pd, SD. selaku moderator yang bertugas malam ini, sebagai moderator pengganti, karena moderator utama sedang dalam perjalanan menuju Yogjakarta, untuk menghadiri acara wisuda putranya. Itulah sedikit gambaran CARA KERJA TIM SOLID OM JAY...yang siap bertugas kapan saja, siap bertukar jadwal dengan siapa saja atau siap mendampingi Narasumber mana saja. Moderator memulai dengan berrdoa bersama, agar kegiatan kita lancar sampai dengan selesai. Pada pertemuan kali ini kita membahas tema “Menulis Itu Mudah” dengan narasumber adalah Bapak Prof. Ngainun Naim, kelahiran Tulungagung, 19 Juli 1975 beliau seorang guru besar bidang ilmu metodologi Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Karya beliau sangat banyak seperti menulis artikel, jurnal baik itu lingkup nasional dan internasional, buku solo dan antropologi.

Bapak Ngainun mendapatkan amanah untuk menyampaikan materi writing is easy topik ini menarik. Bapak Ngainun tidak akan menjelaskan bahwa menulis itu mudah atau sulit. Beliau hanya ingin mengajak Bapak Ibu sekalian bisa menulis. Caranya satu: dengan menulis. Pertanyaannya: apa yang mau ditulis? Beliau juga punya satu tulisan sederhana. tulisan beberapa tahun lalu. Silahkan buka dan baca link ini https://ngainun-naim.blogspot.com/2016/06/suatu-sore-di-bulan-ramadhan.html.  Tulisan ini hanya beberapa paragraf berkisah tentang suasana Ramadan di alun-alun Trenggalek tempat beliau tinggal. link berikutnya https://www.spirit-literasi.id/2022/12/dari-wa-ke-dunia-nyata.html.  ini contoh tentang kisah pertemuan Beliau dengan seorang sahabat yang sebelumnya hanya saya kenal di WA. Kalau ini tulisannya lumayan panjang.

Intinya saya ingin menyampaikan Salah satu Kunci Menulis yang Mudah:

(1) Menulislah hal-hal sederhana yang kita alami, jadi pengalaman hidup sehari-hari itu sumber tulisan yang subur. Kita akan mudah menuliskannya karena kita menceritakan apa yang kita alami tinggal kita memilih aspek apa yang mau kita ceritakan. Jadi apa yang kita alami sehari-hari Tulis saja. Jangan takut salah atau jelek. Takutlah jika tidak menulis. Bapak ibu sekalian. Jika kunci (1) dijalankan, menulis akan mudah. Kunci ke(2).

(2) Jangan menulis sambil dibaca lalu diedit. Itu menjadi hambatan psikologi dalam menuangkan pikiran. Nulis itu ya nulis. Keluarkan saja apa yang ada dalam pikiran secara bebas terus saja menulis. Nah, selesai menulis atau karena sudah habis yang mau ditulis, tinggalkan dulu. Simpan di komputer. Jangan dibaca dulu. Cari suasana psikologi yang berbeda.  Istilahnya ENDAPKAN DULU. Saat berbeda, misalnya nulisnya pagi, maka saat sore baru dibaca. Cermati kalimat demi kalimat. Tambahkan ide yang ada jika memang perlu ditambah. Jika ada typo, perbaiki.

Sebelum mengunggah ke blog atau kompasiana, beliau selalu membaca ulang tulisannya, dibaca bisa sekali atau dua kali. Prinsip beliau sederhana: meminimalkan hal yang tidak sesuai dengan keinginan beliau. Kenapa? Karena tulisan kita adalah jelek kita. https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/63d1f30408a8b51db6795d52/menjadikan-literasi-sebagai-tradisi.  Ini contoh tulisan beliau yang beliau edit beberapa kali. Ada yang komentar tulisan beliau berat-berat, padahal ringan. Beliau menulis keduanya baik berat dan ringan. Berat itu ya untuk kepentingan akademi karena beliau seorang guru besar. Ringan itu untuk kepentingan publik karena beliau menyukai menulis apapun.

(3) Menulis tentang perjalanan. Ini juga jenis tulisan yang mudah dibuat https://www.spirit-literasi.id/2022/01/kado-sangat-indah-di-awal-tahun.html. Kita semua sangat sering melakukan perjalanan. Beliau baru sampai di rumah jam 18.20 setelah dari Jakarta tadi siang, nah apa-apa yang kita lakukan di perjalanan bisa kita tulis. Jika Bapak Ibu rekreasi, tulis saja hal-hal yang Bapak Ibu alami titik itu mudah karena kita menjalaninya. https://ngainun-naim.blogspot.com/2020/02/senja-di-pantai-warna-oesapa.html. ini contoh catatan beliau saat ke Kupang sebelum pademic. Beliau akan beri kan satu lagi kunci menulis yang membuat menulis menjadi mudah. 

(4) MENULIS SECARA NGEMIL. Sedikit demi sedikit. Saya nyari setiap hari menulis beberapa jenis tulisan. Tidak banyak. Untuk blog atau Kompasiana, saya menarget 3 sampai 5 paragraf. Untuk artikel jurnal, saya menarget 1 paragraf. Itu target minimal. Itu yang saya perjuangkan. Pagi beliau menulis artikel jurnal 1 paragraf. Sampai di kantor beliau menulis untuk blog. Paling 1 sampai 2 paragraf setiap harinya.https://www.spirit-literasi.id/2022/04/jejak-dari-bukittinggi-dari-ngarai.html. Beliau menyampaikan  4 hal itu saja yang beliau sampaikan. Itu mudah untuk dipraktekkan. Lawan terbesar penulis adalah diri sendiri. Itu butuh perjuangan. Beliau juga mengalaminya. Seiring perjalanan waktu suka mengabaikan itu. Pokoknya niatkan untuk menulis saja. Kualitas itu akan meningkat seiring dengan banyaknya karya yang kita hasilkan. Tentu juga harus belajar tanpa henti. Saya sampai sekarang masih terus belajar, mencari informasi, menonton YouTube, membaca, dan terus menulis. Jadi teruslah menulis. Menurut beliau kesibukan itu bukan hambatan dalam menulis. Kuncinya komitmen yang dijalankan dengan riang gembira. Jika ada orang beralasan sibuk lalu tidak menulis, saya hampir yakin ketika banyak waktu luang pun juga tetap tidak menulis. Jadi teruslah menulis hal-hal yang kita alami sehari-hari.

Demikian resume yang saya buat, kurang lebihnya mohon maaf dan terimakasih Bapak Ngainun atas paparannya pada malam hari ini. Semoga Bapak Ngainun selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam segala aktivasnya agar selalu memberikan ilmunya kepada kita semua.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Rabu, 25 Januari 2023

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke 8

 Resume ke      : 8

Gelombang     : 28 

Tanggal           : 25 Januari 2023 

Tema               : Komitmen Menulis di Blog

Narasumber    : Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si

Moderator       : Bapak Sigid Purnomo, M.Pd

 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Dengan mengucapkan Alhamdulillah hirobbil alamiin saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat sehingga saya dapat mengikuti kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 bersama penulis-penulis hebat dan tim solid Omjay. Tidak terasa dengan berjalannya waktu belajar menulis sudah memasuki pertemuan ke 8. Kegiatan acara KBMN PGRI gelombang 28 malam hari ini dilakukan secara langsung melalui Zoom Meeting dengan link zoom https://telkomsel.zoom.us/j/95876525576 dan youtube https://youtu.be/Bl88ZvLxgq0. Dengan narasumber hebat yaitu Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. tepat pukul 19.00 WIB, dibuka dengan moderator Bapak Sigid Purnomo, M.Pd. alumni BM 23. Moderator memulai acara dengan menyapa para peserta KBMN gelombang 28 dan meminta berdoa sebelum memulai kegiatan acara malam ini. Moderator salah satu dari Tim Solid Omjay yang biasa disapa Bapak Sigid. Pada pertemuan kali ini kita membahas tema Komitmen Menulis di Blog dengan narasumber adalah Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M.Si Seorang guru berprestasi dan sangat menginspirasi. 

Bapak Drs. Dedi Dwitagama, M. Si adalah seorang guru blogger, beliau menuliskan di medsos Instagramnya bahwa beliau adalah pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri berani berkompetensi dan pemimpin. Beliau seorang guru matematika di SMKN 50 Jakarta. Beliau lahir di Jakarta, 28 Nopember 1964. Beliau seorang blogger fenomenal dan viral saat ini. Beliau mulai mengelola blog pada tahun 2005 dan pada tahun 2007 beralih ke wordpress.

Materi malam ini yaitu “ BAGAIMANA MENJAGA KOMITMEN MENGELOLA BLOG”

Materi malam ini yaitu "Bagaimana menjaga komitmen mengelola blog". Beliau menjelaskan blog dalam kurung (dari kata web log[1]) adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan yang dimuat sebagai posting pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan postingan terbaru sebelum diikuti postingan yang lebih lama meskipun demikian tidak selamanya situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut, sedangkan komitmen adalah tindakan untuk melakukan sesuatu. Dengan kata lain, komitmen merupakan bentuk dedikasi atau kewajiban yang mengikat kepada orang lain, hal tertentu atau tindakan tertentu.  

Jika gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, maka blog bisa jadi media sesorang yang sangat bermanfaat dan menjadi peninggalan jejak kebaikan selama hidup, sebab blog akan terus dibaca oleh orang yang berkepentingan. Dan pahalanya akan terus mengalir mengantar pemiliknya menghadap Tuhan-Nya

Bagaimana cara menjaga komitmen menulis di blog? Menulis di blog merupakan komitmen menerbitkan konten dalam jangka waktu yang panjang dan ndilakukan secara rutin,  bisa setiap hari, setiap minggu,  setiap bulan dan sebagainya. Yang terpenting dalam menulis kita harus punya kemauan atau mood dapat yang ada di hati kita karena jika tidak punya kemauan atau mood yang pas di hati kita itu susah dan apabila kita sudah punya kemauan atau mood bagus tetapi tidak punya ide maka kita bisa berkunjung ke blog orang lain atau baca berita online atau mencari informasi yang lainnya dari medsos, kemudian ditulis satu alinea atau dua alinea kemudian baru dikembangkan.

Bagaimana membuat tulisan kita selalu ditunggu-tunggu oleh para pembaca, baik di blog pribadi maupun blog rame-rame? Usahakan kita membuat tulisan yang bermanfaat buat orang lain, maka orang akan menunggu tulisan kita untuk dimanfaatkan. contohnya seperti membuat resep makanan, resep minuman, resep kue,  bahan ajar, lagu, puisi, cerpen, tip dan trik apa saja yang menarik perhatian orang lain. Membayangkan apa yang ingin anda lihat di blog orang lain tersebut tuliskan saja tentang apa yang kita bayangkan saat itu.

Apakah kita dalam menulis di blog harus mengkhususkan diri dalam satu bidang tertentu atau boleh bidang lain? Karena blog itu milik sendiri maka postingan terserah kita sendiri artinya bebas kita dalam membuat berbagai macam tulisan sesuai keinginan kita.

Bagaimana agar kita selalu semangat berkomitmen untuk selalu menulis? Agar kita selalu menjaga semangat maka kita harus boleh menulis sambil mendengarkan lagu atau kita bisa membuat tulisan yang selalu dalam pikiran kita. Kuncinya kita harus menikmati saat menulis. 

Demikian resume yang saya buat hari ini, kurang lebihnya saya mohon maaf dan terimakasih Bapak Dedi atas paparannya pada malam ini. 

Wasalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh





Senin, 23 Januari 2023

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke 7

Resume ke      : 7

Gelombang     : 28 

Tanggal           : 23 Januari 2023 

Tema               : Mengatasi Writer’s Block

Narasumber    : Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd, Gr

Moderator       : Ibu Raliyanti, S.Sos, M.Pd

 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Dengan mengucapkan Alhamdulillah hirobbil alamiin saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat sehingga saya dapat mengikuti kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 bersama penulis-penulis hebat dan tim solid Omjay. Tidak terasa dengan berjalannya waktu belajar kita sudah memasuki pertemuan ke 7. Omjay memberikan semanagt kepada peserta KBMN gelombang 28 di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan namun sebaliknya didalam kemudian itu justru ada kesulitan. Kita sendiri yang menciptakan kesulitan demi kesulitan sehingga hidup menjadi terasa sulit. Om Jay berharap banyak peserta yang lulus di gelombang 28 ini karena mereka fokus dan membaca dengan seksama informasi yang ada dalam wa grup ini tak ada penulis yang malas membaca ingatlah selalu mantra ajaib omjay. "Membacalah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi". 

Banyak membaca akan membuat Anda keliling dunia. Banyak ilmu dan pengetahuan anda dapatkan. banyak pengalaman orang lain bisa anda tiru dan kemudian Anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tepat pukul 19.00 WIB acara di mulai. Moderator memulai acara dengan menyapa para peserta KBMN gelombang 28 dan memperkenalkan diri Ibu Raliyanti, S.Sos, M.Pd. Moderator salah satu dari Tim Solid Omjay yang biasa disapa Rali. Peserta Kelas Menulis di gelombang 20 bersama Pak Dail dan bu Helwiyah. Pada pertemuan kali ini kita membahas tema Mengatasi Writer’s Block dengan narasumber adalah Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr., Seorang guru berprestasi dan sangat menginspirasi. Narasumber adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Narasumber adalah alumni kelas menulis Gelombang Ke 7. Ibu Ditta mengatakan siapapun yang ingin menjadi penulis andal maka harus siap dengan prosesnya. Tak bisa instan tentunya. Diperlukan jam terbang yang cukup banyak agar bisa menjadi seperti Om Jay. Bunda Kanjeng, Pak Dail, Bunda Aam, Bu Rali, Mr. Bams, Prof Eko dan lainnya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Ibu Ditta sudah senang membaca buku-buku cerita sejak kecil (sebelum SD)senang menulis sejak di sekolah dasar (dalam buku diary) lalu saat SMP sering mengirim tulisan ke mading sekolah dan pernah menulis cerita di buku tulis yang dibaca bergiliran oleh teman-teman titik atas arahan guru bahasa Inggris saat itu saya juga menulis diary dalam bahasa Inggris. Ketika SMA, beliau masih menulis diary. beberapa teman dekat yang membaca diary saya sempat berkomentar bahwa tulisan saya sudah seperti novel. Apapun alasannya aktivitas menulis memang tak bisa lepas dari kita sebagai makhluk yang berbahasa dan berbudaya. Nah, lalu Apa kaitannya cerita saya dengan writers blog? Pertama, mari kita samakan persepsi bahwa aktivitas menulis itu maknanya luas. Sebagaimana dalam kisah di awal, ada tulisan pribadi dalam bentuk diary, ada karya tulis ilmiah, ada cerpen, artikel, resume dsb.

Writer’s Block menurut Wikipedia diartikan keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menenukan gagasan baru untuk tulisannya. Kita sering terjadi dalam suatu keadaan seperti ini, saat kita menulis tetapi ide yang sedang ditulis lenyap atau hilang.  

Menulis adalah kata kerja yang hasilnya bisa sangat beragam. oleh karena itu tak hanya novel list, cerpenis, jurnalis atau blogger, namun ada juga copi writer yang tulisannya mengajak orang untuk membeli produk, ada content writer yang bertugas membuat tulisan profesional di website, ada script writer penulis naskah film atau sinetron, ada ghost writer, technical writer, hingga UX writer dll. 

Faktanya, penulis-penulis tersebut masih bisa terserang virus WB alias writers blog. Tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapapun yang masuk dalam dunia kepenulisan. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya karena WB bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, Minggu, bulan bahkan tahunan. Tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya. Sederhannya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebutuhan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. Hal ini bisa terjadi dengan disadari ataupun tidak.Istilah writer block sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940-an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis Amerika. Berkaca dari pengalaman, WB ini bisa terjadi berulang.  Mereinfeksi kita sebagai penulis. Itulah mengapa saya katakan WB ini sebagai "virus" yang sesekali bisa aktif bila kondisinya memungkinkan.


Berikut adalah beberapa hal yang dapat mengakibatkan WB:
1. Mencoba metode atau topik baru dalam menulis sebenarnya bisa menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB. Misalnya ketika jadi penyebab: Ada orang yang senang menulis cerpen atau puisi. Kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang tentu saja memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. Bila tak lekas beradaptasi, bisa jadi kita malah terserang WB.  Lalu bagaimana ini bisa menjadi salah satu obat WBi? Jawabnya akan berkaitan dengan faktor penyebab WB yang kedua dan ketiga. Solusinya antara lain kita harus mempelajari lebih giat dan banyak berlatih lagi dalam menulis, membaca banyak referensi untuk menambah wawasan yang baru dan mencari inspirasi untuk menulis. Terkait dengan metode baru tersebut seperti menulis puisi, cerpen atau karya tulis ilmia (KTI).
2. Stres diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin tegangan dan konflik. Stres juga dapat terjadi dalam Writer’s Block. 
3. Lelah fisik atau mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress. Pada akhirnya, jangankan menulis kita bisa merasa jenuh dan suntuk titik terserang WB. 
Maka, mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi. Mempelajari hal-hal baru yang berbeda dengan sebelumnya pasti menyenangkan titik beberapa teman dan saya sendiri terkadang memilih untuk sejenak rehat dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing. Membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WBi Biar bagaimanapun tidak bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata. Dengan membaca kita bisa menambah kosakata. Pada akhirnya jika diteruskan insya Allah bisa sekaligus mengatasi WIB.
4. Terlalu perfeksionis. Terlalu memikirkan apakah tulisan saya sudah sesuai kaidah atau belum, niscaya diary berbahasa Inggris itu tidak akan pernah rampung. Kondisi menulis di mana kita tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dsb ternyata dalam dunia psikologi dikenal dengan istilah free writing atau menulis bebas.
Akhir dari menjawab pertanyaan peserta KBMN gelombang 28 ada pepatah dari Ibu Ditta "It doesn't matter how brilliant is your brain. If u do not speak up, it would be zero." Mari, tuangkan dan sampaikan ide ide kita, pemikiran pemikiran kita, perasaan perasaan kita agar menjadi lebih bermakna. Dan sedikit tips dari Ibu Rali yang  kutip dari seorang penulis bernama Mark Twain: "Rahasia untuk maju adalah memulai. Rahasia untuk memulai adalah memecah tugas-tugas rumit Anda yang luar biasa menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dikelola, dan kemudian memulai dari yang pertama." Itu sepatah dua patah dari Ibu Ditta dan Ibu Rali.

Demikian resume yang saya buat, kurang lebihnya mohon maaf dan terimakasih atas ilmu Ibu Ditta pada malam hari ini. Semoga Ibu Ditta selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan agar dapat memberikan ilmunya di kemudian hari. 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Jumat, 20 Januari 2023

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke 6

Resume ke      : 6

Gelombang     : 28 

Tanggal           : 20 Januari 2023 

Tema               : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

Narasumber    : Bapak Prof. Richardus Eko Indrajit (Prof. Ekoji)

Moderator       : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Dengan mengucapkan Alhamdullillah hirobbil alaamiin saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat agar tetap semangat belajar menulis di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 pada pertemuan ke 6 pada malam hari ini dengan Tema Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu dimulai tepat pukul 19.00 WIB. Moderator memulai acara dengan menyapa para peserta dan memperkenalkan diri biodata beliau : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd dari Lebak, Provinsi Banten. Narasumber kali ini adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Beliau adalah seorang penulis besar yang bisa mengantarkan mimpi kita menuju penerbit mayor. 

Prof Ekoji Sharing pengalaman menjadi penulis dari buku mayor yaitu karya tulis yang diterbitkan oleh penerbit nasional hingga saat ini kalau dihitung telah menulis kurang lebih 121 buku mayor. Semenjak Prof Ekoji selesai kuliah sudah menulis artikel kurang lebih 623 artikel dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Prof Ekoji sudah senang menulis semenjak Sekolah Dasar.(SD) namun tulisan yang pertama Prof Ekoji baru diterbitkan majalah ketika Prof Ekoji duduk di bangku SMP. Alasan Beliau menulis karena senang menulis adalah Ptof Ekoji ingin membagi ide, pemikiran, gagasan dan cerita kepada orang lain, lama-lama jadi ketagihan menulis. Prof Ekoji merasa bahwa semakin saya banyak membaca buku dan menonton televisi semakin tinggi keinginan saya untuk menulis buku mayor pertama yang diterbitkan adalah di tahun 2000 yaitu 2 tahun setelah krisis dan reformasi. Sepuluh pertama Prof Ekoji isinya adalah bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel.

Setiap artikel berisi ringkasan satu topik yang sedang menjadi trend pada masa itu. Prof Ekoji tidak menduga ketika begitu banyak orang yang membelinya sampai akhirnya jadi ketagihan menulis hal lain yang membuat motivasi menulis lebih besar adalah karena banyaknya SMS yang masuk ke nomor HP Prof Ekoji mengucapkan terima kasih atas buku yang dibuat, tentu saja hal tersebut membesarkan hati dan merasa hidupnya berguna untuk orang lain, begitulah pentingnya menulis nomor handphone di setiap buku yang Beliau tulis. Ketika tanggal 16 Maret 2020 semua guru dan siswa harus belajar dari rumah, Prof Ekoji memutuskan untuk menjadi youtuber. Setiap hari beliau membuat satu YouTube yang isinya hal-hal berkaitan dengan PJJ, saat itu Prof Ekoji sedang menjadi pembicara nasional, beliau membuat youtuber dengan judul aneh-aneh seperti game, kolaborative learning, metaverse, IOT, big data dan sebagainya .

Ketika Omjay mengajak beliau untuk mengajarkan guru-guru menulis beliau bergerak untuk bereksperimen setiap guru dan minta untuk membuka youtuber yang dengan alamat Prof Ekoji channel kemudian setiap guru saya minta untuk menuliskan apapun yang saya omongkan di youtub tersebut setelah itu beliau memberikan tambahan referensi untuk memperkaya konten, alhasil dari 30 guru yang berniat bergabung 19 buku diterbitkan dan dari 19 buku tersebut satu buku terpilih jadi buku terbaik nasional versi Perpusnas untuk kategori PJJ hingga saat ini kalau tak salah sudah lebih dari 60 buku guru-guru hebat yang berhasil diterbitkan oleh penerbit Andi.Pada kesempatan baik ini beliau ingin mengajak guru-guru yang tertarik untuk menjadi penulis buku mayor yang diterbitkan untuk mendaftarkan diri namun kali ini. Beliau memberikan berkata motivasi selalu dimulai dari mimpi seperti Ibu Aam berhasil menulis banyak buku karena punya MIMPI bisa melihat namanya di toko buku Gramedia. Tanpa mimpi tak akan ada motivasi. 

Ada yang bertanya mengenai tidak ada keahlian khusus yang ia miliki untuk dapat dituangkan dalam naskah buku mayor. lalu Prof Ekoji memberi semangat bahwa yang terpenting adalah kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berbahasa. Konten bisa bebas. Hanya imajinasi kita yang membatasinya, Kemudian Prof Ekoji memberi pertanyaan terakhir kepada peserta KBMN Gelombang 28. "Teman-teman, boleh saya bertanya? Anda mengikuti serangkaian program KBMN PGRI 28 ini karena INGIN TAHU, INGIN BISA, atau INGIN SERTIFIKAT? Pilih salah satu yaa....hehehe....." pesera kebanyakan menjawab INGIN BISA, saya pun ikut ingin tahu dan ingin bisa karena saya sebenarnya juga masih belum percaya diri dalam menulis tapi karena dukungan suami saya ingin mencoba untuk mengikuti tantangan ini. Semoga saya bisa dalam menjalankan tantangan ini...Semangat......Terimakasih Prof Ekoji atas sharingnya pada malam ini, kurang lebihnya saya mohon maaf apabila dalam menulis resumenya belum sempurna. 

Wasalamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.

Rabu, 18 Januari 2023

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke 5

Resume ke      : 5

Gelombang     : 28 

Tanggal           : 18 Januari 2023 

Tema               : Blog Sebagai Media Pembelajaran

Narasumber    : Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd

Moderator       : Ibu Purbaniasita Kusumaning Sedyo, S.Pd.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Dengan mengucapkan Alhamdullillah hirobbil alaamiin saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehingga saya masih tetap belajar menulis di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 pada pertemuan ke 5 pada malam hari ini dengan Tema Blog Sebagai Media Pembelajaran dimulai tepat pukul 19.00 WIB. Kegiatan hari ini dengan moderator Ibu Purbaniasita Kusumaning Sedyo, S.Pd (ibu Sita) alumni Kelas BM Gelombang 26. Sebagai ucapan selamat datang pada bapak ibu semua, ibu Sita membacakan 2 Pantun, salah satunya:

Pagi hari makan kelapa

Rasanya enak bikin tertawa

Kita disini telah berjumpa

Untuk acara yang istimewa.

Ibu Sita memulai acara dengan menyapa para peserta KBMN Gelombang 28 dan meminta berdo'a sebelum memulai kegiatan ini. Bapak Dail Ma'ruf, M.Pd (Bapak Damar) menyampaikan materi malam hari dan ditemani Ibu Sita akan berbagi pengalaman tentang Blog Sebagi Media Pembelajaran. Sebelum masuk ke materi pasti kita para peserta masih bingung apa sih itu Blog. Disini Bapak Dail Ma'ruf menyampaikan bahwa Blog sama dengan media sosial (medsos) jaman sekarang ini. Dimana perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus maju, Blog sama dengan medsos lainnya seperti FB, IG, Email, Tiktok, dan You Tube. Blog tersebut kita bisa gunakan untuk hal yang positif dan yang bermanfaat bagi penggunanya. 

Bapak Dail Ma'ruf menceritakan pada waktu bergabung di KBMN 20 beliau belum mempunyai Blog karena beliau orang yang pantang menyerah dan terus berusaha untuk tetap semangat ingin mengikut KBMN selama 2,5 bulan atau 30 materi beliau langsung japri ke Om Jay, pendiri KBMN dan minta tolong agar diberikan  arahan bagaimana cara buat Blog. Bapak Dail Ma'ruf  memberi motivasi kepada peserta KBMN Gelombang 28 jangan minder apalagi putus asa tetap semangat dengan tekad dan niat untuk belajar agar bisa punya buku. karena buku bagi penulis adalah sebuah mahkota. 

Kita kembali ke Blog, Blog ini menjadi dekat dengan masyarakat karena mudah digunakan dan tidak mahal. Saat ini blog sudah menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat karena sudah banyak pengetahuan yang dibagikan melalui blog. Diantaranya bagi guru, bisa dijadikan media pembelajaran yang efektif dan inovasi. Kata “blog” berasal dari kata weblog yang diperkenalkan pertama kali pada 1998 oleh Jhon Barger. website yang bersifat pribadi dan sering diperbarui dari waktu ke waktu. Dengan kata lain blog adalah website yang bersifat personal yang memuat opini personal dan hal-hal lain untuk mengaktualisasikan diri dan mengabarknnya pada komunitas global


Adapun Jenis-jenis Blog sebagai berikut

1. Blog pendidikan

2. Blog Sastra

3. Blog Pribadi

4. Blog Bertopik misalnya khusus kuliner, atau Wisata

5. Blog kesehatan seperti dokter atau tenaga kesehatan

6. Blog Politik

7. Blog Perjalanan, Kopdar penulis

8. Blog Riset dunia kampus atau lembaga penelitian lainnya

9. Blog Hukum di buat para ahli hukum, Pengacara jaksa dan Hakim atau Polisi

10. Blog Media salah satunya Blog berita yang diliput oleh wartawan

11. Blog Agama berisi masalah agama dan solusinya dari penulis atau tokoh agama, bisa juga denga buka rubrik tanya jawab 

12. Blog Bisnis apapun yang kita bisnisin di upload di Blog secara detail agar orang yang melihat tertarik dan berminat.


Dalam KBMN ini salah satu contoh blog yang banyak diminati agar terdapat iklan ini bisa dijadikan Blog pengiklan yang berbisnis. Saya sendiri menggunakan blog untuk belajar dalam menulis, adapun manfaat dari blog ada  5 Manfaat dari Blog itu sendiri yaitu:

1. Blog sebagai rumah belajar dan berbagi oleh para guru

2. Blog dapat meringankan tugas dan beban guru

3. Blog dapat meningkatkan minat belajar para siswa

4. Blog dapat diakses oleh siapapun di belahan dunia

5. Blog dapat menjadi media silaturahmi


Menurut Bapak Dokter Wijaya Kusuma blogger KBMN dapat membuktikan bahwa prestasi murid mengalami peningkatan signifikan dengan media blog kolaboratif, dalam penerapan media blog dapat diterapkan dalam semua pelajaran, dapat diterapkan dalam jenjang SD hingga PT dan dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dan yang terakhir meningkatkan kemampuan literasi siswa





Pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran menurut mayor Nani. Ketika mengajar beliau mengunakan blog untuk mengirimkan tugas-tugas ke siswa dan meminta siswa menjawab di blog mereka dan mengirimkan linknya ke grup dan beliau juga memberi tugas ke siswa lain untuk berkunjung ke blog teman-temannya minimal 2 blog dan beliau tidak dapat memaksa mereka untuk visit ke semua blog karena mereka juga mendapatkan banyak pekerjaan rumah dari guru berbeda beda. kita bisa baca atau lihat Ibu Nani (Ibu Mayor) di link ini https://nani2teacher1navy.wordpress.com/2021/09/18/blog-sebagai-sarana-pembelajaran-2/


Demikian resume ini saya buat apabila masih ada kekurangan dalampembuatan resume ini saya mohon maaf. Terimakasih Bapak Dail Ma'ruf atas ilmu yang diberikan pada malam hari ini. Semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan ilmu bapak menjadi ladang pahala bapak.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan bahagia selalu untuk kita semua.





Senin, 16 Januari 2023

KBMN PGRI Gelombang 28 Pertemuan Ke 4

Resume ke      : 4 

Gelombang     : 28 

Tanggal           : 16 Januari 2023 

Tema               : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Narasumber    : Bapak Eko Daryono, S.Pd (Bapak Mr. Yons)

Moderator       : Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd ( Ibu NDY)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam bahagia dan sehat selalu untuk kita semua.

Dengan mengucapkan Alhamdullillah hirobbil alaamiin saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat agar tetap semangat belajar menulis di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 pada pertemuan ke 4 pada malam hari ini dengan Tema Menulis Buku dari Karya Ilmiah dimulai tepat pukul 19.00 WIB. Moderator memulai acara dengan menyapa para peserta dan memperkenalkan diri yaitu Ibu Nur Dwi Yanti biasa di panggil NDY oleh para ganks di KBMN dan saya alumnus Kelas BM Gel 23 dan mendapat kepercayaan sebagai bagian dari tim solid di bawah asuhan Om Jay. Ibu NDY Menunjukan minat dan motivasi yang luar biasa dalam kegiatan menulis. Malam ini kita akan bersama mengubah karya ilmiah kita menjadi sebuah buku sesuatu yang berharga sehingga pengalaman kita dalam melakukan penelitian dapat dikenal bahkan dapat bermanfaat banyak bagi orang lain. Sesuai dengan isi tema kita pada malam hari ini kita akan menjadikan karya ilmiah menjadi sebuah buku. Menulis Buku dari Karya Ilmiah yang akan disampaikan oleh Narasumber kita yang hebat Bapak Eko Daryono, S.Pd (Bapak Mr. Yons).

Sekilas kita mengenal *Mr. Yons* adalah sosok guru yang bersahaja yang tergerak dan menggerakkan dan membawa dampak bagi dirinya serta lingkungannya. Selain sebagai pengajar, juga sebagai penulis, narasumber serta memiliki prestasi yang luar biasa. sekilas kita lihat profil dari Bapak narasumber kita melalui tautan ini https://maseko1275.blogspot.com/2021/11/profil.html

Kilas balik saya saat masuk ke kelas Omjay saya berada di Angkatan ke 12, berkat dari tantangan menulis para narasumber yang saat itu mengajar akhirnya saya juga terjun menjadi salah satu pemateri. Materi yang akan  beliau bawakan pada malam ini adalah Menulis Buku dari Karya Tulis Ilmiah. Lebih tepatnya Menerbitkan buku dari Karya Tulis Ilmiah. Tema yang sekilas teoristis dan bikin pusing kita semua tapi mengingat tidak ada standarisasi konversi KTI menjadi buku, meskipun demikian standar tersebut sifatnya tetap fleksibel. Beda penulis kadang beda persepsi. Mr. Yons akan memulai dari Karya Tulis Ilmiah (KTI). 

Mr. Yons menjelaskan apa itu KTI dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 tulisan hasil litbang dan atau tinjauan, ulasan (review), kajian dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi dalam karya tersebut. Apa saja yang termasuk KTI, Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Non buku dan KTI Buku.

Adapun KTI Non buku antara lain : 

1. KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi

2. KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal

3. KTI berupa ulasan atau resensi

Adapun KTI Buku :

1. Buku Bahan Ajar : diktat, modul, buku ajar, buku referensi

2. Buku Pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan

3. Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding

Ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku. Lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas

Bagaimana struktur penulisan KTI. Umumnya seperti struktur bab berikut ini:

Struktur di atas umumnya dijadikan sebagai standar dalam Menyusun bab-bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap kampus.  Apa sih perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku

Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI. Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab, namun secara bahasa meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga Bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis. Muncul sebuah pertanyaan Bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku, maka jawabannya adalah:

1. Memodifikasi Judul. Dalam memodifikasi judul KTI adalah mengandung unsur penelitian, objek penelitian dan tempat maupun waktu penelitian. Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif. KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku. Pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah. 

Modifikasi Bab

Bab I PENDAHULUAN boleh PEMBUKA . Pada konversi PTK yang dibuat Mr.Yons di rubah pendahuluan dengan FENOMENA PEMBELAJARAN TIK yang tentunya berisi mengenai fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku. Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang

Bab II PTK Susunan bab dan sub bab di atas saya rubah dalam gaya penulisan buku sehingga menjadi beberapa bab

Bab III Terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya. Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan

Bab IV Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV. Dalam contoh yang saya berikan, Bab VI STRATEGI TIM QUIZ DALAM PEMBELAJARAN TIK dan dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.

Bab V PENUTUP

2. Modifikasi Lampiran. Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian atau data matang yang mendukung untuk menyelesaikan penelitian yang dilakukan jadi bukan data yang mentah melaikan data yang sudah jadi. menghindari komplikasi yang terlalu banyak. memilah dan memilih data yang dipublikasikan, modifikasi buku. Hindari sumber kutipan berantai dan memperhatikan kaidah penyusunan ISBN. 

Demikian resume ini saya buat kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih Bapak Eko Daryono, S.Pd (Mr. Yons) atas materi yang diberikan semoga Bapak selalu diberikan kesehatan. Aamiin

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertemuan Pertama KBMN 2 di Yogyakarta "Bagaimana Menulis Itu Mudah"

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sehat selalu para penulis pegiat literasi hebat yang hadir secara langsung di kopdar atau ...